Pencapaian ini bermula dari hobinya dalam bidang seni ilustrasi digital yang ditekuni sejak masuk bangku sekolah menengah atas. Namun, alih-alih hanya menyimpan karyanya di folder komputer pribadi, siswa tersebut mencoba untuk mengunggahnya ke platform pasar digital global. Hasilnya sangat luar biasa, di mana ia sukses jual karya seni NFT dengan nilai yang cukup signifikan. NFT atau Non-Fungible Token sendiri merupakan sertifikat kepemilikan digital yang menjamin keaslian sebuah karya di dunia maya. Keberhasilan ini tidak hanya mendatangkan keuntungan finansial secara mandiri, tetapi juga mengangkat nama sekolahnya ke kancah yang lebih luas sebagai institusi yang mendukung perkembangan talenta digital.
Hal yang paling menarik dari fenomena ini adalah pesan mengenai kreativitas tanpa batas yang ingin disampaikan kepada rekan sejawatnya. Di SMAN 2 Bekasi, lingkungan sekolah memang dikenal sangat mendukung perkembangan minat dan bakat siswanya, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Keberhasilan siswa ini dalam menjual karya digital membuktikan bahwa kurikulum masa depan harus mulai merangkul literasi digital dan ekonomi kreatif. Seni tidak lagi hanya terbatas pada kanvas dan cat minyak, melainkan sudah bertransformasi menjadi kode-kode digital yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kuncinya terletak pada keunikan ide dan konsistensi dalam menghasilkan karya yang orisinal.
Proses untuk mencapai titik ini tentu tidaklah mudah. Siswa tersebut harus belajar secara mandiri mengenai cara kerja dompet digital, memahami volatilitas pasar kripto, hingga bagaimana membangun komunitas di media sosial untuk mempromosikan karyanya. Kemandirian belajar seperti inilah yang menjadi ciri khas siswa masa kini yang adaptif terhadap perubahan zaman. Ia harus pandai membagi waktu antara mengerjakan tugas sekolah dengan mengasah keterampilannya di depan tablet grafis. Tantangan-tantangan tersebut justru membentuk karakter yang tangguh dan visioner, sebuah modal utama untuk menjadi pemimpin di industri kreatif masa depan.
Keberhasilan ini juga memicu gelombang semangat baru di kalangan siswa lainnya di Bekasi. Banyak yang mulai tertarik untuk mempelajari desain grafis, animasi, hingga pemrograman sebagai bekal di masa depan. Sekolah berperan penting dalam memberikan bimbingan agar antusiasme ini tetap berada di jalur yang positif dan etis. Menghargai sukses jual karya seni orang lain dan menjaga integritas dalam berkarya adalah nilai-nilai yang selalu ditekankan oleh para guru. Dengan demikian, prestasi individu ini bisa menjadi katalisator bagi terciptanya ekosistem digital yang sehat di lingkungan sekolah.
