Upaya mengurangi dampak pemanasan global dilakukan melalui gerakan tanam pepohonan rindang yang melibatkan seluruh warga sekolah secara bergotong royong. Pelajar di Bekasi bersama-sama menanam puluhan bibit pohon trembesi di sekitar pkarangan dan lapangan olahraga sekolah mereka. Kegiatan penghijauan ini bertujuan untuk menciptakan peneduh alami, menurunkan suhu udara kawasan sekolah, serta menyerap emisi karbon secara efektif. Semangat para murid dalam menggali tanah dan menanam bibit pohon menjadi langkah nyata menciptakan sekolah hijau yang asri dan nyaman.
Pohon trembesi dipilih secara khusus karena memiliki daya serap gas karbondioksida yang sangat tinggi serta tajuk daun yang rindang sebagai peneduh alami. Para siswa diajarkan teknik menanam yang benar, mulai dari pembuatan lubang tanam, pemberian pupuk kompos, hingga pemasangan tiang penyangga bibit. Setiap kelas bertanggung jawab penuh untuk merawat dan menyiram bibit pohon yang mereka tanam secara berkala setiap hari kerja. Pembimbing lingkungan sekolah memantau pertumbuhan bibit guna memastikan tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan kuat.
Keberadaan pepohonan yang mulai tumbuh di sekitar lingkungan sekolah kini memberikan dampak positif bagi kenyamanan kegiatan belajar mengajar di luar kelas. Suasana pkarangan sekolah menjadi lebih sejuk dan hijau sehingga siswa dapat berolahraga dan beristirahat dengan penuh kenyamanan di bawah pepohonan. Selain itu, pkarangan sekolah juga menjadi habitat baru bagi berbagai jenis burung dan serangga yang menambah keanekaragaman hayati lingkungan. Kerja keras para pelajar dalam menghijaukan sekolah mulai membuahkan hasil yang menyenangkan bagi semua.
Pelaksanaan aksi gerakan tanam pohon peneduh ini mendapat respon sangat positif dari komite sekolah dan dinas lingkungan hidup kota Bekasi. Pihak sekolah dinilai sukses dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian ekologis dan rasa tanggung jawab menjaga bumi pada jiwa anak didik. Pengalaman merawat tanaman secara langsung melatih kesabaran dan kecintaan murid terhadap alam sekitar sejak usia remaja. Budaya peduli lingkungan kini telah menjadi bagian terintegrasi dari pola kepribadian seluruh peserta didik di sekolah.
Kelanjutan dari gerakan tanam pohon trembesi ini akan diwujudkan dengan pembagian bibit pohon gratis kepada warga pemukiman di sekitar lingkungan sekolah. Pihak sekolah berencana menjadikan aksi penanaman pohon sebagai tradisi wajib bagi setiap murid baru yang diterima di sekolah tersebut. Edukasi mengenai pentingnya investasi hijau bagi masa depan bumi harus terus digaungkan kepada generasi penerus bangsa tanpa henti. Semoga inisiatif penghijauan dari pelajar Bekasi ini dapat terus berlanjut dan memicu gerakan serupa di wilayah lain.
